Arsip Berita
Prestasi Rekonsiliasi Keuangan Satker Pagu Besar
Tasikmalaya_29 Juli 2025, dalam kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Semester I TA 2025 dan Pemberian Penghargaan “Tasikmalaya Treasury Award” Semester I TA 2025, tingkat KPPN Tasikmalaya, yang dihadiri oleh Kuasa Pengguna Anggaran Shofiyuddin Miftah Farid sebagai Sekretaris Pengadilan Agama Kota Banjar. Pada kesempatan tersebut Pengadilan Agama Kota Banjar berhasil meraih prestasi yang membanggakan khusunya dalam pengelolaan Anggaran semester I, prestasi yang diraih adalah Peringkat Pertama Satker Tercepat Dalam Penyelesaian Rekonsiliasi Data Keuangan Yang Berkualitas Periode Semester I Tahun Anggaran 2025 Kategori Pagu Besar.
Penghargaan yang dicapai menunjukan kualitas yang baik dalam pengelolaan anggaran khususnya Rekonsiliasi, dimana pencatatan dan pelaporan keuangan yang akuntabel adalah hal yang wajib dipenuhi, setiap pencatatan transaksi keuangan dari berbagai kegiatan yang ada dalam pagu di catat sesuai dengan pertauran yang berlaku, menghindari kesalahan pencatatan akun baik belanja barang belanja persediaan ataupun belanja modal. Disinilah pentingnya alur kinerja yang baik dimana seluruh user atau pengguna akun Saksti bekerja sesuai dengan SOP. Pencatatan Akun belanja dari user PPK yang benar adalah modal awal untuk pencatatan user yang lainnya, sehingga bisa meminimalisir kesalahan catat akun dan yang lainnya. Apabila pencatatan sudah sesuai dengan akun yang ada pada Mahkamah Agung operator pengguna yang lain tidak akan menemui hambatan, operator persdiaan, asset dan Akuntansi Pelaporan. Sehingga pada saat melakukan rekon akan lebih cepat dan mudah tanpa adanya permintaan yang harus diperbaiki perbualan atau sering kita sebut dengan “to do List”.
Itulah mengapa Pengadilan Agama Kota Banjar mendapatkan penghargaan tersebut. Manajemen tata kelola yang baik sehingga tidak adanya hambatan yang signifikan sehingga setiap periode tutup buku, Pengadilan Agama Kota Banjar bisa lebih cepat, efektif dan effisien. Pencapaian ini bukan tanpa hambatan, karena mayoritas pengelola keuagan bukan sumber daya yang ahli namum kerja keras dan keinginan yang besar semua bisa dilewati walaupun belum sempurna_ujar Shofiyuddin Miftah Farid, disela-sela kesibukannya.