Arsip Berita
Semarak Kemerdekaan dan HUT Mahkamah Agung RI ke-80
Banjar_15 Agustus 2025, Pengadilan Agama Banjar mengadakan Acara Puncak dalam perhelatan ” Semarak Kemerdekaan dalam rangka Memeperingati Indonesia Merdeka dan Ulang Tahun Mahkamah Agung RI yang ke 80 ” pada momen tersebut Pengadilan Agama mengadakan beberapa lomba ketangkasan yang bernuansa hiburan, dan dilaksanakan dengan penuh suka cita.
Dalam mengisi Hari Lahir Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus dan Mahkamah Agung yang jatuh pada tanggal 19 Agustus, Panitia Hari Besar Pengadilan Agama Banjar yang dinahkodai oleh Muhamad Hasan selaku Ketua Panitia dan sebagai Hakim, menyusun beberapa program kegiatan. Kegiatan tersebut berlangsung sejak 1 Agustus tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Ketua Pengadilan Agama Banjar Isep Rijal Muharom, di dalam program kegiatannya panitia membuat perlombaan kedalam 2 Tema besar yaitu : Lomba Prestasi dan Lomba Hiburan. Selain hal tersebut Panitia Hari Besar Pengadilan Agama Banjar juga membuat tema kegiatan yaitu “Kudu paheuyeuk leungeun paantay antay tangan”, tema tersebut diambil dari pribahasa sunda yang memiliki makna ”sebagai manusia harus saling bekerjasama untuk membangun hubungan yang kuat” hal tersebut sejalan dengan Pengadilan Agama Banjar dimana seluruh pegawai selalu bekerja sama dalam semua hal sehingga walaupun satuan kerja kecil yang memiliki jumlah pegawai hanya 35 orang termasuk PPNPN mampu menuai prestasi.
Lomba prestasi yang terdiri dari lomba tennis lapang, Cerdas Cernat antar bagian serta Olah Suara. Lomba tennis lapang dibagai menjadi 2 kelompok yaitu Beginner dan Intermediete sistem yang digunakan yaitu gugur dengan full set dalam 3 set. Pada kelompok Beginner keajaiban terjadi dimana pasangan Shofiyuddin (sekretaris) dan Imat (PPNPN) mampu menaklukan lawan-lawanya dan berhasil menjadi juara, pada pertandingan final melawan ganda terkuat yang tahun lalu merupakan juara bertahan yaitu M. Aqib Junaidi dengan Widya Alia (Hakim) kejar menegjar angka sangat sengit. Kemudian pada kelompok beginner atau para pemain yang lebih dulu mengenal tennis dan hampir rata-rata sudah sangat baik dalam mengolah di hijau bundar mampu dijuarai oleh pasangan Ade Solahudin (PP) dengan Ujang (PPNPN) memang sudah bisa ditebak diatas kertas memang pasangan ini sangat superior ketika di lapangan sehingga pesaingnya dibabak final yaitu pasangan Ilyas dan Dwi (PPNPN) tidak mampu mendapatkan satu set pun.
Pada ajang lomba cerdas cermat melebihi ekpektasi dan harapan yang inginkan oleh panitia, ternyata setiap bagian mengirimkan peserta-peserta terbaiknya bahkan semua peserta mempersiapkan yel-yel tersendiri, riuh penuh dengan ketegangan terjadi ketika lomba di mulai karena soal yang diberikan oleh Dewan Juri adalah tentang Sejarah, Ilmu Pengetahuan alam dan sosial, Agama, Bahasa Indonesia, Geografi dan tidak ketinggalan Matematika pun ikut menjadi soal pada kegiatan tersebut. Kejar-kejaran poin tidak bisa dielakan antara bagian Hakim, Bagian Kepaniteraan, Kesekretariatan dan PPNPN semua ingin menjadi juara. Sehingga ketegangan sampai pada puncaknya ketika sesi ke 3 yaitu tebak gambar dilontarkan oleh Dewan Juri. Dan pada akhirnya Bagian Kepaniteraan yang menjadi juara, sementara bagian Hakim menjadi runner up.
Tidak kalah seru lomba olah suara pun demikian, bahkan baru tahun ini terjadi lomba dibagai menjadi 2 hari atau 2 session, melihat animo dan antusias para pegawai mengikuti lomba tersebut. Dimana pada sesion pertama diisi oleh artis artis yang sudah tenar memiliki suara indah dan menawan, namun yang menjadi juara pada sesi tersebut adalah Arisansi, Ria dan M Ridwa Firdaus. Beralih ke sesi ke 2 bukan main di grup ini, bercokol artis papan atas yang biasa mengisi di rangkaian acara baik pelepasan ataupun acara acara lainnya, dan yang berhak maju ke babak selanjutnya adalah Muhamad Hasan, Destiara serta Gugi. Sehingga dipertemukanlah juara 2 grup tersebut di grand final dan ada tantangan dari panitia yaitu lagu yang dibawakan ditentukan oleh panitia. Namun apalah daya karena memang semuanya memiliki bakat terpendam mampu dilahap dengan baik. Dan apalah daya dewan juri harus memilih 3 peserta juara dan yang menjadi juaranya adalah M Ridwan, Arisandi dan Destiara.
Sejarah lomba kembali terjadi di Pengadilan Agama Banjar, dimana diadakan lomba memasak antar bagian, animonya sangat luar biasa padahal panitia memberikan tantangan yang sangat berat dimana seluruh bahan bahkan sampai alat memasak pun harus dibawa oleh masing-masing peserta, namuan inilah Pengadilan Agama Banjar kekompakan yang tidak bisa disaingi seluruh peserta berhasil menjawab tantangan tersebut dan berhasil membuat lomba masak tersebut penuh dengan keceriaan dan suka cita, bukan hanya itu panitia juga memberikan tantangan yaitu seluruh peserta wajib membuat hidangan nasi goreng menjadi sepuluh porsi, dan bukan tanpa arti apabila selesai lomba kalau digabung bisa makan bersama seluruh pegawai, namun sekali lagi dewan juri hanya bisa membawa 2 kelompok yang juara dan yang menjadi pemenangnya dalah Kelompok Kepaniteraan dan Kelompok Hakim.
Dan tibalah pada acara puncak yang diisi dengan lomba ketangkasan, penapilan seni dan budaya. Rasa suka cita, riang gembira, uporia, semangat tergabung menjadi satu dalam diri seluruh pegawai sehingga semangat kemerdekaan sangatr terasa. Sama dengan perlombaan yang lain lomba ketangkasan juga dibagi menjadi per bagian. Lomba lomba yang tiwarkan oleh panitia hal yang tidak bisa dilakukan sebelumnya dilaksanakan, diantaranya, pukul air, estafet air, balapan kardus dan permainan tepung. Pertandingan tersebut dipenuhi gelak tawa, persaingan antar pegawai serta semangat yang berkobar, membuat seluruh peserta larut dalam uporia lomba tersebut dan mampu menghilangkan kepengatan serta mampu merefresh pikiran dan tenaga yang dugunakan pada tusi masing-masing. Dan panitia harus memilih 2 tim terbaik, dan dimenangkan oleh Bagian Kesekretariatan serta PPNPN. Dalam ajang kali ini juga panitia menyerahkan juara tim paporit yang jatuh pada tim adik adik Prakerin.
Seluruh rangkaian lomba ditutup pada tanggal 15 Agustus 2025 dengan pemberian hadiah untuk juara juara lomba, walaupun tidak besar dan tidak banyak namun mampu membuat seluruh pegawai bahagia. Perlombaan ini bukan untuk ajang mencari kesenangan ataupun hura-hura, tapi kegiatan kali ini untuk memupuk rasa saling mencintai, menghargai sehingga makana dari tema kegiatan tahun ini menjadi terwujud dalam kegiatan sehari-hari pungkas_Isep Rijal Muharom. Dalam penutupannya Panitia yang diwakili oleh bagian seksi acara emngucapkan terimakasih yang mendalam atas antusias dan partsifasi seluruh peserta sehingga kegiatan kali ini menjadi sangat menarik, menghibur dan penuh dengan tantangan, semoga di tahun depan bisa lebih baik dan meriah_Ilyas (bykproject).